Selasa, 15 September 2015

Serial Kengerian Neraka

Serial Kengerian Neraka

Anak kecil pun tahu bahwa mata,telinga ataupun suara adalah karakter dari makhluk yang bernyawa. Manusia berbicara dengan lidahnya, melihat dengan matanya. Dan mendengar dengan telinganya. Demikian pula halnya dengan hewan. Seorang ibu biasanya mengajari bayinya dengan berbagai pertanyaan akan anggota tubuhnya. ‘Mana hidungnya? Mana telinga? Mana mata?” dan seterusnya. Begitulah yang biasa kita dengar dari para pengasuh anak-anak. Namun, adakah orang yang bertanya di mana mata dan telinga api. Kalau pun toh ada maka pertanyaan tersebut dianggap sebagai sebuah pertanyaan yang lucu dan menggelikan. Bahkan bila pertanyaan ini dilontarkan kepada seseorang yang sudah dewasa, mungkin sang penanya akan dianggap sedang nyalanya.” (QS. Al-Furqan: 12)

Ketajaman mata api neraka tidak bisa diukur dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia. Karena neraka Jahannam bisa melihat para penghuninya dari jarak seratus tahun perjalanan. Sebagaimana yang dikatakan oleh As-Sudiiy. Memang, apa yang dikatakan As-Sudiiy tersebut baru merupakan pendapatnya. Namun, ia bukanlah seorang ahli tafsir yang asal bicara tanpa berpijak pada dalil yang bisa dipercaya.

Secara lebih terbuka gambaran tentang mata api neraka disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Pada hari kiamat akan muncul leher dari api, mempunyai dua mata yang melihat dan dua telinga yang mendengar serta lidah yang berbicara, la berkata, ‘Aku ditugasi untuk menghukum tiga macam


Mata Jahannam Mempermainkannya.

Memang api dunia tidak memiliki mata, telinga atau bahkan lidah yang membantunya untuk mengungkapan kemarahan. Gemeretak suara yang sesekali terdengar bukan berasal dari lidah api. Sebuah realita yang berbeda dengan api neraka. Api dunia memang bisa melahap dan menyambar apa saja yang ada di dekatnya. Tapi bukan karena panduan mata atau telinganya.

Lain halnya dengan neraka Jahannam. Api membara, tempat tinggal orang-orang durjana itu memiliki mata yang tajam, telinga yang peka dan suara yang menakutkan. Perhatikan firman Allah dalam surat Al- Furqan ayat 12, “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara orang, yaitu setiap orang yang sewenang- wenang lagi membangkang, dan setiap orang yang menyeru kepada Tuhan selain Allah dan para pembuat patung.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Menurut Tirmidzi, “Ini hadits hasan shahih gharib”.

Neraka memang tempat yang mengerikan. Api yang menyala-nyala itu bisa membentuk leher panjang dengan bola mata tajam yang mengawasi kedatangan para penghuninya. Menunggu dan menatap tajam orang-orang durhaka kepada Allah.

Maka, hindarilah tatapan tajam dan sorotan menakutkan neraka Jahannam dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi segala hal yang menjerumuskan ke dalam api neraka. 

Serial Keindahan Surga

Serial Keindahan Surga 

Orang baik dimanapun selalu dihormati. Di dunia maupun di surga. Berbalik seratus delapan puluh derajat dengan orang-orang terlaknat yang masuk neraka. Belum masuk neraka saja, mereka sudah diawasi oleh tatapan tajam dua mata neraka. Tatapan mata yang penuh angkara murka. Kemarahan yang disalurkan melalui lenguhan suara. Seperti ringkikan keledai.

Bandingkan dengan orang-orang baik yang masuk surga. Di dunia, mereka dihormati karena keluhuran budinya. Di surga mereka mendapat sambutan hangat dari para malaikat. Yang berbondong-bondong datang dari setiap pintu surga menyambut kedatangan mereka.
Menyampaikan rasa suka cita atas keberhasilan mereka menjadi penghuni surga. Yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya.

 “(yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang salih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
(sambil mengucapkan), “Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. ar-Ra’d: 23-24).

Lalu siapakah mereka itu? Mereka adalah orang-orang fakir yang berjuang fisabilillah.
Mereka yang tinggal di daerah perbatasan dan menjadi perisai kaum muslimin dari serangan musuh-musuhnya. Merekalah orang yang mendapat ucapan selamat dari malaikat seperti disebutkan dalam riwayat imam Ahmad.

Abdullah bin Amr bin Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapakah yang pertama kali masuk surga?” Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu” jawab mereka. Orang yang pertama kali masuk surga adalah dari kalangan orang-orang fakir yang ikut berjuang fisabilillah. Orang yang dijadikan perisai di daerah perbatasan dan menghindarkan kaum muslimin dari keburukan. Salah seorang di antara mereka meninggal dengan membawa masalah yang belum terselesaikan. Kemudian Allah berkata kepada malaikat yang dikehendaki-Nya. Datanglah dan ucapkan salam kepada mereka.” Kemudian para malaikat berkata, “Kami adalah penghuni langit-Mu, dan tinta-Mu atas orang yang meninggalkan-Mu. Apakah Engkau perintahkan kami untuk datang dan mengucapkan salam kepada mereka?” “Dulu, mereka adalah hamba-hamba yang menyembah-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan apa pun, mereka menjadi perisai di daerah perbatasan dan menghindarkan kaum muslimin dari keburukan, salah seorang meninggal dengan membawa masalah yang belum terpenuhi. Kemudian malaikat berdatangan kepada mereka melalui setiap pintu surga." (HR. Ahmad)

Subhanallah. Malaikat berdatangan dari setiap pintu surga. Mereka berebutan memberikan salam atas keberhasilan mereka meraih surga. Salam atas kesuksesan mereka menjadi tetangga dari para shiddiqqin, nabi dan Rasul.

Orang baik memang selalu dihormati. Tinggallah kita mau pilih menjadi apa. Menjadi orang mulia karena budi pekerti. Bukan karena harta yang berlimpah. Karena kemuliaan bukan terletak pada wajah yang cantik dan tampan atau banyaknya harta. Tapi kemuliaan terletak pada keluhuran jiwa. 

Sumber : Majalah Ghoib

Ramalan Rasulullah Akan Tetap Ada Golongan yang Benar Sepanjang Masa

Ramalan Rasulullah Akan Tetap Ada Golongan yang Benar Sepanjang Masa

"Akan selalu suatu golongan di antara ummatku yang tetap berjaya, sampai datang kepada
mereka ketentuan Allah, sedang mereka tetap berjaya dalam kebenaran"

Takhrij Hadits:


Hadits ini shahih sebagaimana telah dikeluar-kan oleh Asy-Syaikhani (Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Kenyataan dari yang diramalkan:
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan manusia dengan berbagai macam tipe, karakter dan perilaku. Dan dari situlah selain Allah menunjukkan kemahabesaran-Nya juga mendidik kita bagaimana bisa memahami dan tetap berinteraksi dengan keanekaragaman tersebut. Ada laki-laki ada perempuan, ada tinggi ada pendek, ada dermawan ada yang pelit, ada yang mu’min ada yang kafir, ada yang taat ada yang maksiat, dan masih banyak lagi.

Fenomena yang tampak di sekitar kita adalah semakin besarnya prosentase orang-orang yang kafir dan yang bermaksiat kepada Allah dan semakin kecilnya prosentase orang mukmin dan yang senantiasa mau berbuat kebajikan. Ini salah satunya disebabkan semakin jauhnya jarak kita dengan era keemasan Islam di zaman Rasulullah sehingga semakin berat pula ujian orang-orang yang bertekad untuk tetap istiqamah di jalan-Nya.
Mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi rahimahullahu berkata,’’Bahwa sangat mungkin golongan ini menyebar di antara orang-orang mu’min yang berbeda-beda. Di antara mereka ada kelompok ksatria, yaitu prajurit pejuang. Ada pula ulama fiqhi, ada kaum yang zuhud, ada penegak amar ma’ruf nahi mungkar, dan sebagainya. Termasuk semua kelompok yang senantiasa berkecimpung di dalam bermacam-macam jenis kebajikan. Tidak mesti mereka itu selalu berada dalam satu kelompok, bahkan mungkin mereka tersebar di segala penjuru bumi.”

Beberapa ulama bersepakat bahwa yang dimaksudkan dalam golongan ini adalah ahlus sunnah dan orang yang berpegang pada madzhab ahli hadits. Sekali lagi, mereka mungkin tidak berkumpul dalam suatu kelompok tetapi komit-mennya untuk senantiasa berada di jalan yang berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah menyebabkan mereka tergolong jamaah ahlus sunnah.

Kembali kepada diri kita masing-masing, adakah keinginan pada diri kita untuk masuk dalam golonngan ini. Di antara kita ada pedagang, petani, karyawan, atau profesi apa saja dengan bidang usaha yang berbeda-beda namun di saat kita berpegang teguh pada syariat Allah maka kita masuk dalam golongan yang kelak akan selamat di akhirat.

Namun perlu disadari ini bukanlah hal yang mudah. Surga itu mahal, untuk meraihnya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan dalam segala aspek. Surga dikelilingi halangan dan rintangan yang kadang terasa berat. Sedangkan neraka dikelilingi kesenangan dan kenikmatan sehingga sangat mudah masuk ke dalamnya.
Sungguh, sangat jarang orang yang bisa melewati ujian hidup ini. Kehidupan yang ter-kadang menyilaukan kita bahkan membutakan kita. Namun masih ada saja orang yang mempu melewati itu semua sepanjang masa. Semoga kita termasuk dalam golongan ini. Amiin.

Majalah Ghoib Edisi 20 Th. 2/Jumadil Awwal 1425 H/12 Juli 2004 M




Jimat Penglaris

Jimat Penglaris


Jimat ini dikirimkan oleh seorang pembaca majalah Ghoib dari Bogor melalui surat ke redaksi untuk dimusnahkan. Dalam pesannya yang singkat dia menyatakan bahwa kini telah sadar akan kesesatan isim (jimat) yang dimilikinya.
Bentuk Jimat jimat ini dikemas cantik, pas untuk dimasukan dalam dompet. Karena ukurannya sebesar kartu nama. Dengan warna kuning metalik, jimat ini dipadati tulisan dan angka Arab pada dua sisi kertas yang dilaminating tersebut.

Tampak beberapa ayat dicuplik. Di antara salah satu ayat dalam surat Yusuf dan Al-Jumu’ah. Ada juga doa-doa yang diambil dari ayat Al-Qur’an. Di tengah-tengah tulisan ayat  tersebut terdapat deretan huruf-huruf Arab yang tidak memiliki arti. Selain itu juga terdapat dua kotak bujur ingkar yang setiap kotaknya dibagi menjadi sembilan kotak kecil.

Dalam setiap kotak kecil terdapat angka puluhan seperti layaknya game matematika. Satu kotak bujur sangkar lainnya isi dengan enam belas kotak kecil, di mana tiap kota kecilnya ditulisi lambang yang sama sekali tidak mempunyai makna di dunia manusia, isih mirip dengan tulisan kuno bangsa Mesir, isih ada lagi konfigurasi garis-garis yang lagi tidak jelas maksudnya.

Tentang kesaktian’ Jimat tersebut pengirimnya tidak menjelaskan fungsi jimat ini. Tetapi biasanya melihat penggalan ayat-ayat yang dimuat, salah satu fungsi jimat ini untuk mendatangkan penglaris.

Bongkar Jimat:
Berikut ini kesesatan sesuai dengan nomor yang dilingkari pada jimat di atas:

1.    Pemberi dan pemilik jimat ini minta perlindungan kepada selain Allah, ini merupakan kesyirikan. Hal itu bisa kita ketahui dari kalimat Ha Mim 'Ain Sin Qaf Himayatuna (Ha Mim Ain Sin Qaf pelindung kami), atau Kaf Ha Ya Ain Shad Kifayatuna (Kaf Ha Ya Ain Shad yang mencukupi kami). Kita tahu bahwa susunan huruf-huruf tersebut bukanlah termasuk Asma’ul Husna dan tidak berfungsi sebagai pelindung dan yang mencukupi.

2.    Pemberi jimat ini telah main comot saja ayat- ayat dari beberapa surat al-Qur’an secara acak-acakan. Lalu dicampur aduk dengan rangkaian huruf yang tidak bisa dimengerti (mungkin hanya dia dan jin perewangannya yang faham maksudnya). Ini merupakan kombinasi haq dengan bathil sekaligus pelecehan ayat suci, yang tentunya sangat disukai syetan.

3.    Rentetan huruf-huruf yang tidak bermakna dan mistis. Tulisan model ini banyak kita jumpai di jimat-jimat pada umumnya dan merupakan ciri khas jimat. Mungkin itulah pesan-pesan jin yang dihiasi dengan angka-angka sebagai password pemanggil jin tertentu. *


Majalah Ghoib  Edisi 20 TH 2 /12 Juli 2004 M

Dukun Terpental, Kalah Ilmu

Ini kisah nyata. Tahun 2000, Musthafa, seorang paranormal mengadakan pengobatan gratis di Jakarta Utara. Hari itu seorang ibu dengan perut membesar keluar dari kerumunan warga, la tidak sedang hamil. Perut busung itu terus mengiringinya sejak tahun 1995. “Korban santet,” kata orang. Dengan menggunakan tiga butir telur yang diusapkan ke badan wanita itu, Musthafa mendeteksi penyakitnya.

“Woou...” desis penonton sesaat setelah Musthafa memecahkan telur yang tidak lagi berwarna kuning. Kini telur itu berubah hitam disertai dengan beberapa jarum putih menyembul dari dalam. Dari sini warga pun semakin percaya kepada Musthafa. “Besok, ibu datang lagi dengan membawa air yang diambil dari tujuh masjid. Ibu harus mengambilnya sendiri menjelang shubuh,” demikian pesannya kepada sang ibu.

Sang ibu kemudian mundur dan digantikan oleh seorang laki-laki paruh baya. Baru selangkah bapak itu melangkah, terdengarlah jeritan mengejutkan. “Aaah...” sebuah kekuatan . besar menghempaskan Musthafa sejauh 5 meter. Badannya melayang di udara dan terhenti sesaat setelah menghantam meja pendaftaran pasien.

Musthafa terkapar. Diam. Tidak ada gerakan. Ketakutan dan kebingungan menyeruak di antara pembantu Musthafa. “Bapak-bapak, ibu-ibu maaf pengobatan malam ini tidak bisa dilanjutkan. Dan silakan datang lagi besok,” teriak seorang pembantu Musthafa yang membubarkan warga.

Akhirnya warga pun pulang dengan membawa keraguan atas kesaktian sang paranormal yang ternyata kalah melawan dukun yang menyantet sang ibu.