Serial
Kengerian Neraka
Anak kecil pun tahu bahwa mata,telinga
ataupun suara adalah karakter dari makhluk yang bernyawa. Manusia berbicara
dengan lidahnya, melihat dengan matanya. Dan mendengar dengan telinganya.
Demikian pula halnya dengan hewan. Seorang ibu biasanya mengajari bayinya
dengan berbagai pertanyaan akan anggota tubuhnya. ‘Mana hidungnya? Mana
telinga? Mana mata?” dan seterusnya. Begitulah yang biasa kita dengar dari para
pengasuh anak-anak. Namun, adakah orang yang bertanya di mana mata dan telinga
api. Kalau pun toh ada maka pertanyaan tersebut dianggap sebagai sebuah
pertanyaan yang lucu dan menggelikan. Bahkan bila pertanyaan ini dilontarkan
kepada seseorang yang sudah dewasa, mungkin sang penanya akan dianggap sedang nyalanya.”
(QS. Al-Furqan: 12)
Ketajaman mata api neraka tidak bisa
diukur dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia. Karena neraka Jahannam
bisa melihat para penghuninya dari jarak seratus tahun perjalanan. Sebagaimana
yang dikatakan oleh As-Sudiiy. Memang, apa yang dikatakan As-Sudiiy tersebut
baru merupakan pendapatnya. Namun, ia bukanlah seorang ahli tafsir yang asal
bicara tanpa berpijak pada dalil yang bisa dipercaya.
Secara lebih terbuka gambaran tentang
mata api neraka disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah bahwa
Rasulullah bersabda, “Pada hari kiamat akan muncul leher dari api, mempunyai
dua mata yang melihat dan dua telinga yang mendengar serta lidah yang
berbicara, la berkata, ‘Aku ditugasi untuk menghukum tiga macam
Mata
Jahannam Mempermainkannya.
Memang api dunia tidak memiliki mata,
telinga atau bahkan lidah yang membantunya untuk mengungkapan kemarahan. Gemeretak
suara yang sesekali terdengar bukan berasal dari lidah api. Sebuah realita yang
berbeda dengan api neraka. Api dunia memang bisa melahap dan menyambar apa saja
yang ada di dekatnya. Tapi bukan karena panduan mata atau telinganya.
Lain halnya dengan neraka Jahannam.
Api membara, tempat tinggal orang-orang durjana itu memiliki mata yang tajam,
telinga yang peka dan suara yang menakutkan. Perhatikan firman Allah dalam
surat Al- Furqan ayat 12, “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang
jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara orang, yaitu setiap orang yang
sewenang- wenang lagi membangkang, dan setiap orang yang menyeru kepada Tuhan
selain Allah dan para pembuat patung.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Menurut
Tirmidzi, “Ini hadits hasan shahih gharib”.
Neraka memang tempat yang mengerikan.
Api yang menyala-nyala itu bisa membentuk leher panjang dengan bola mata tajam
yang mengawasi kedatangan para penghuninya. Menunggu dan menatap tajam orang-orang
durhaka kepada Allah.
Maka, hindarilah tatapan tajam dan
sorotan menakutkan neraka Jahannam dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah
dan menjauhi segala hal yang menjerumuskan ke dalam api neraka.