Selasa, 15 September 2015

Serial Keindahan Surga

Serial Keindahan Surga 

Orang baik dimanapun selalu dihormati. Di dunia maupun di surga. Berbalik seratus delapan puluh derajat dengan orang-orang terlaknat yang masuk neraka. Belum masuk neraka saja, mereka sudah diawasi oleh tatapan tajam dua mata neraka. Tatapan mata yang penuh angkara murka. Kemarahan yang disalurkan melalui lenguhan suara. Seperti ringkikan keledai.

Bandingkan dengan orang-orang baik yang masuk surga. Di dunia, mereka dihormati karena keluhuran budinya. Di surga mereka mendapat sambutan hangat dari para malaikat. Yang berbondong-bondong datang dari setiap pintu surga menyambut kedatangan mereka.
Menyampaikan rasa suka cita atas keberhasilan mereka menjadi penghuni surga. Yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya.

 “(yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang salih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
(sambil mengucapkan), “Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. ar-Ra’d: 23-24).

Lalu siapakah mereka itu? Mereka adalah orang-orang fakir yang berjuang fisabilillah.
Mereka yang tinggal di daerah perbatasan dan menjadi perisai kaum muslimin dari serangan musuh-musuhnya. Merekalah orang yang mendapat ucapan selamat dari malaikat seperti disebutkan dalam riwayat imam Ahmad.

Abdullah bin Amr bin Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapakah yang pertama kali masuk surga?” Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu” jawab mereka. Orang yang pertama kali masuk surga adalah dari kalangan orang-orang fakir yang ikut berjuang fisabilillah. Orang yang dijadikan perisai di daerah perbatasan dan menghindarkan kaum muslimin dari keburukan. Salah seorang di antara mereka meninggal dengan membawa masalah yang belum terselesaikan. Kemudian Allah berkata kepada malaikat yang dikehendaki-Nya. Datanglah dan ucapkan salam kepada mereka.” Kemudian para malaikat berkata, “Kami adalah penghuni langit-Mu, dan tinta-Mu atas orang yang meninggalkan-Mu. Apakah Engkau perintahkan kami untuk datang dan mengucapkan salam kepada mereka?” “Dulu, mereka adalah hamba-hamba yang menyembah-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan apa pun, mereka menjadi perisai di daerah perbatasan dan menghindarkan kaum muslimin dari keburukan, salah seorang meninggal dengan membawa masalah yang belum terpenuhi. Kemudian malaikat berdatangan kepada mereka melalui setiap pintu surga." (HR. Ahmad)

Subhanallah. Malaikat berdatangan dari setiap pintu surga. Mereka berebutan memberikan salam atas keberhasilan mereka meraih surga. Salam atas kesuksesan mereka menjadi tetangga dari para shiddiqqin, nabi dan Rasul.

Orang baik memang selalu dihormati. Tinggallah kita mau pilih menjadi apa. Menjadi orang mulia karena budi pekerti. Bukan karena harta yang berlimpah. Karena kemuliaan bukan terletak pada wajah yang cantik dan tampan atau banyaknya harta. Tapi kemuliaan terletak pada keluhuran jiwa. 

Sumber : Majalah Ghoib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar