Serial
Keindahan Surga
Orang
baik dimanapun selalu dihormati. Di dunia maupun di surga. Berbalik seratus
delapan puluh derajat dengan orang-orang terlaknat yang masuk neraka. Belum
masuk neraka saja, mereka sudah diawasi oleh tatapan tajam dua mata neraka.
Tatapan mata yang penuh angkara murka. Kemarahan yang disalurkan melalui
lenguhan suara. Seperti ringkikan keledai.
Bandingkan
dengan orang-orang baik yang masuk surga. Di dunia, mereka dihormati karena
keluhuran budinya. Di surga mereka mendapat sambutan hangat dari para malaikat.
Yang berbondong-bondong datang dari setiap pintu surga menyambut kedatangan
mereka.
Menyampaikan
rasa suka cita atas keberhasilan mereka menjadi penghuni surga. Yang dijelaskan
Allah dalam firman-Nya.
“(yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke
dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang salih dari bapak-bapaknya,
istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat masuk ke tempat-tempat mereka
dari semua pintu;
(sambil
mengucapkan), “Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat
kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. ar-Ra’d:
23-24).
Lalu
siapakah mereka itu? Mereka adalah orang-orang fakir yang berjuang
fisabilillah.
Mereka
yang tinggal di daerah perbatasan dan menjadi perisai kaum muslimin dari
serangan musuh-musuhnya. Merekalah orang yang mendapat ucapan selamat dari
malaikat seperti disebutkan dalam riwayat imam Ahmad.
Abdullah
bin Amr bin Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian
siapakah yang pertama kali masuk surga?” Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu”
jawab mereka. Orang yang pertama kali masuk surga adalah dari kalangan
orang-orang fakir yang ikut berjuang fisabilillah. Orang yang dijadikan perisai
di daerah perbatasan dan menghindarkan kaum muslimin dari keburukan. Salah
seorang di antara mereka meninggal dengan membawa masalah yang belum
terselesaikan. Kemudian Allah berkata kepada malaikat yang dikehendaki-Nya. Datanglah
dan ucapkan salam kepada mereka.” Kemudian para malaikat berkata, “Kami adalah
penghuni langit-Mu, dan tinta-Mu atas orang yang meninggalkan-Mu. Apakah Engkau
perintahkan kami untuk datang dan mengucapkan salam kepada mereka?” “Dulu,
mereka adalah hamba-hamba yang menyembah-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan
apa pun, mereka menjadi perisai di daerah perbatasan dan menghindarkan kaum
muslimin dari keburukan, salah seorang meninggal dengan membawa masalah yang
belum terpenuhi. Kemudian malaikat berdatangan kepada mereka melalui setiap
pintu surga." (HR. Ahmad)
Subhanallah.
Malaikat berdatangan dari setiap pintu surga. Mereka berebutan memberikan salam
atas keberhasilan mereka meraih surga. Salam atas kesuksesan mereka menjadi
tetangga dari para shiddiqqin, nabi dan Rasul.
Orang
baik memang selalu dihormati. Tinggallah kita mau pilih menjadi apa. Menjadi
orang mulia karena budi pekerti. Bukan karena harta yang berlimpah. Karena
kemuliaan bukan terletak pada wajah yang cantik dan tampan atau banyaknya
harta. Tapi kemuliaan terletak pada keluhuran jiwa.
Sumber : Majalah Ghoib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar